Skip to content

3 Tahap Membangun Bisnis

Dalam membangun sebuah bisnis ada tahap-tahap yang harus dilalui. Secara garis besar bisa dibagi menjadi 3 tahap, StartingRunning, dan Growing.

Tangga 3 Tahap Bisnis

Starting

Ini adalah tahap awal dalam membangun sebuah bisnis. Pada tahap Starting, fokus utama sebuah bisnis adalah pada profit. Objektif dari fase ini adalah terciptanya Product-Market Fit dengan Model Bisnis yang tepat.

Oleh karena itu, pada fase ini yang terpenting adalah 2 hal, yaitu produk dan market. Kita perlu mencari atau menciptakan produk yang tepat untuk target market yang tepat.

Untuk Startup dan UMKM, cara yang biasanya digunakan adalah dengan melalukan eksperimen pada 2 hal tersebut. Berbeda dengan yang dilakukan perusahaan besar, mereka melakukan market research sebelum membangun sebuah bisnis baru. Tentu berbiaya mahal.

Selain profit, metric utama dari fase ini adalah angka penjualan yang bertumbuh dan jumlah loyal customer.

Sebagai seorang entrepreneur, skill yang harus Anda kuasai di tahap ini adalah, skill tentang marketing dan produk.

Running

Setelah terciptanya Product-Market Fit, fase selanjutnya dalam membangun bisnis adalah tahap Running. Pada tahap ini, kita fokus untuk membangun system & people.

Tujuan dari tahap ini adalah bisnis bisa dijalankan oleh orang lain dengan tetap mampu menjaga standar kualitas yang sama.

Yang bisa Anda lakukan dalam membangun Sistem, seperti membuat SOP, peraturan perusahaan, menggunakan teknologi IT (kasir, akuntansi, penjualan, penugasan, dll), penggunaan mesin-mesin untuk produksi, dan upaya lainnya agar bisnis Anda bisa dijalankan oleh orang lain dengan cara-cara yang Anda inginkan.

Selain membangun Sistem, Anda juga harus mengembangkan SDM yang akan menjalankan bisnis Anda. Karena setiap peran yang ada di bisnis memerlukan spesifikasi kebutuhan tertentu, baik secara softskill seperti kemampuan leadership, manajerial maupun kompetensi hardskill khusus.

Untuk mengembangkan SDM, bisa dilakukan dengan trainingcoaching, dan mentoring tim yang sudah ada. Atau bisa melakukan rekruitasi baru.

Sebagai seorang entrepreneur, pada tahap ini kemampuan leadership Anda akan mulai diuji.

Growing

Pada tahap Growing adalah saatnya Anda melakukan scale-up pada bisnis Anda. Untuk melakukan scale-up pada sebuah bisnis biasanya ada 2 pendekatan, yaitu dengan cara duplicate atau expand, tergantung pada jenis bisnisnya.

Duplicate berarti Anda melakukan scale-up dengan cara melakukan duplikasi dari usaha yang sudah berjalan, biasanya sering kita sebut buka cabang. Biasanya hal ini dilakukan untuk usaha-usaha seperti restoran, toko retail, hotel, dan bisnis lainnya yang memerlukan lokasi tambahan dalam mengembangkan bisnisnya.

Yang kedua adalah scale-up dengan cara Expand, berarti bisnis tersebut bertumbuh dengan cara memperbesar kapasitas usaha yang sudah ada. Bisnis yang tumbuh dengan cara ini, seperti bisnis software, manufaktur, konveksi.

Objektif dari fase ini tentu saja peningkatan pendapatan bisnis Anda.

Pada tahap ini, kemampuan Anda dalam membaca laporan keuangan akan sangat penting, karena Anda akan membuat keputusan-keputusan strategis, dan kualitas keputusan Anda akan sangat tergantung dari data yang Anda miliki, salah satunya adalah laporan keuangan.


Apakah tiga tahapan tersebut harus dilakukan secara berurutan? Tidak. Tapi semua objektif dari 3 tahap tersebut harus Anda capai.

Anda bisa saja langsung melakukan duplicate atau expand pada bisnis Anda ketika Anda baru memulainya, seperti yang dilakukan banyak perusahaan Startup. Burning money untuk mengakuisisi pelanggan baru, mencari pertumbuhan cepat untuk memenangkan persaingan. Tentu dengan catatan Anda memang memiliki banyak dana untuk melakukannya.

Tapi akhirnya setelah mendapatkan banyak pengguna, Startup tersebut akhirnya tetap akan fokus ke tahap pertama yang mereka langkahi, yaitu fokus kepada penjualan / transaksi.

Atau saat Anda baru memulai bisnis, karena euforia ternyata produk Anda laris, Anda ingin segera melalukan scale-up, tanpa mempersiapkan Sistem & SDM. Anda akan menemui banyak masalah ketika Anda melakukan scale-up, seperti kualitas produk yang tidak konsisten, fraud keuangan oleh pegawai, tim yang tidak kompeten di posisi-posisi penting, malah membuat bisnis Anda berantakan.

Pada akhirnya Anda akan mempunyai PR untuk memperbaiki Sistem & SDM di bisnis Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *